Split Album The Dying Sirens | Pop Up: Hadiah Spesial Akhir Tahun 2012

Select album to play

previous next
 

split album thedyingsirens pop upAda masa ketika sebuah band sudah stagnan dan ada individu dari band itu memutuskan untuk melangkah sendiri: sebuah percobaan yang bagus. Perputaran rotasi dimana ketika C’mon Lennon yang telah dijalaninya begitu menuai sensasi yang begitu memuaskan dan dalam posisi ideal namun berhenti dititik kejayaan yang sudah seharusnya dicapai.

Pugar Restu Julian atau biasa disapa Uga, membuat projek solo yang terbilang konsisten dijagat skena indie-pop dan berkibar dengan bendera The Dying Sirens. Bulan ini dan tepat di akhir tahun, ia membangun kongsi bersama band indie-pop asal Jakarta yang pernah ia pekuat sebelumnya, bernama Pop Up, untuk menelurkan split album yang dirilis secara digital oleh Pop Sirens Records. Dan split album ini dibandrol seharga Rp.25.000. Split yang dirilis berbarengan dengan album band sekaliber Rumah sakit pada tanggal “cantik” 12-12-2012.

Ini adalah sebuah babak baru untuk The Dying Sirens projek solo Uga yang telah dibangun sejak tahun 2002. Pada track pembuka, “Our Times Our Feelings” memiliki kecenderungan nuansa mengalun dan memiliki porsi yang lebih untuk bagian genjrengan gitar yang sedikit jangly, awal yang bagus untuk hidangan pembuka. Ada juga yang menarik di track berikutnya yang merupakan track favorit saya, di lagu ini kental sekali hawa segar Smashing Pumpkins mempengaruhi musikalitas Uga pribadi. Di lagu ketiga yang berjudul “Lovely Eyes” ramuan melodi-melodi yang dibungkus dengan unsur yang terdengar folky nan romantis ini membuat aura pop dan indie-rock begitu kuat menyatu dengan suara vokal Uga yang memiliki karakter yang begitu mumpuni. Ini adalah track yang cocok sebagai anthem ketika sedang jatuh cinta, sebelumnya “Lovely Eyes” ini juga pernah dirilis free download. Dan The Dying Sirens memiliki senjata jitu untuk membuat musik dengan gelombang yang dinamis, instrument sederhana, ditambah lirik yang terdengar galau, “Bye Bye” menjadi penutup yang apik.

Saatnya tiba pada bagian Pop Up yang membuka dengan track jagoannya yang berjudul “Taman”, memasukkan beberapa elemen sound gitar yang terdengar manis, memperluas template riff-riff gitar yang efisien membuat lagu ini cukup menjanjikan untuk bertahan lama di skena indie-pop tanah air.

“Spin The Bottle” menyambung estafet manis yang dihadirkan band yang sudah memasuki 12 tahun terbentuk sejak tahun 2000-an ini. Track dengan dentingan gitar dan suara kibor yang mengambil alih lebih banyak bagian ini terdengar seperti turbulensi romantis dengan aura yang rapi, itu menjadi pendukung berbagai nada-nada yang sangat generik di track ini. Ada yang sangat menarik di lagu yang berjudul “Benarkah Kau Menangis” dengan perasaan yang sedikit depresi tapi dengan penyampaian yang sangat lucu. “Lalu kita dengarkan alunan Smashing Pumpkins yang kita suka”, dibagian lirik ini seperti mantra penyembuhan yang sangat  tepat dan juga ditambah pada dibagian reff: “Ayo kamu harus ceria, ayo mari kita gembira”. Memberikan gambaran kepada pendengar sugesti yang sangat positif. Apik!

Sebagai penutup, “Comfort Zone” adalah bagian yang sangat tepat, tanpa suara vokal dan membiarkan instrumen bebas dan mengarah pada sifat kenyamanan untuk pendengarnya. Pasokan keseluruhan gitar yang stabil memantapkan kehangatan yang dibangun. Sederhana dan lucu! Kedekatan keseluruhan materi yang sangat dikemas rapi ini tidak patut diabaikan. Album split The Dying Sirens dan Pop Up merupakan kohesi yang menjanjikan. Mudah-mudahan ini menjadi hadiah yang bermakna ditahun 2012 untuk semua pendengarnya.

source: http://gigsplay.com/Album-detail/split-album-the-dying-sirens-pop-up-hadiah-spesial-akhir-tahun/

Comments are closed.

 

 
 
previous next
X