Berevolusi

Select album to play

previous next
 

Buat yang belum tahu, gue punya proyek musik. namanya thedyingsirens. dibuat dari tahun 2002. Bukan sebuah proyek musik ambisius. Bermula dibuat untuk melampiaskan proses berkreatifitas sesudah keluar dari sebuah band bernama Vessel. Sebenarnya sesudah keluar dari Vessel itu gue stop ngeband dan lalu malah ikutan bantuin musik di teater Sastra Universitas Indonesia karena diajak sama dosen Sastra Inggris gue mas Yudhi.

Abis ikutan teater Sastra UI “ngamen” reguler di gedung dua8 kemang, TVRI, dll lalu akhirnya gue menerima tawaran beberapa temen gue untuk ngeband lagi, sehingga akhirnya gelar “pecun drummer” pun kembali melekat di gue hehehe.

Nah, thedyingsirens ini gue buat awalnya bertiga. Gue ngajak 2 temen gue, Ebbe dan Bin. Keduanya itu temen gue di Universitas Indonesia dan juga di klub puisi maya BungaMatahari. Waktu itu gue bilang yuk kita bikin proyek musik, terserah mau pada main instrumen apa, mau tuker-tukeran juga boleh, tapi lo nyanyi lagu ciptaan lo yah. Deal! Kata mereka.

Lagu pertama yang mau dibuat itu “Kapalku Telah Pergi”. Kebetulan itu lagu ciptaan gue, dan lagu terakhir bersama formasi bertiga ini. Liriknya gue ambil dari puisi gue yang ada di tembok kamar gue, yang waktu itu emang jadi “pelampiasan” temen-teman gue yang suka main atau nginep di kamar gue.

Lagu Kapalku Telah Pergi bahkan belum sempat direkam waktu itu, baru latihan sekali di kamar gue karena Bin kemudian sibuk bersama The Upstairs,band barunya waktu itu, dan Ebbe sibuk bersama LULL.

Akhirnya lalu gue jalan sendiri. Terima kasih kepada mantan pacar waktu itu yang sudah memberikan banyak inspirasi sehingga banyak materi bisa terkumpul dan lalu akhirnya bisa dirangkum di album “Sketches of a Humming”. Semuanya direkam di kamar gue dengan segala ke-sok tahu-an gue akan proses rekaman. Dari yang cuma mau rekaman doang akhirnya lalu “terpaksa” manggung untuk pertama kalinya sendiri waktu lagi jualan CD karena salah satu band di venue waktu itu gak bisa manggung.

Dari sendiri akhirnya mencari personil lain buat bantuin manggung. Lalu personil datang dan pergi, sampai akhirnya gue lalu mau rekaman materi baru, dan niatnya mau sendiri lagi. Alhamdulillah lalu rekaman dibantu oleh Vanco LULLMondo eks SOREMian MeuthiaAnda PerdanaYudhi Arfani (Everybody Loves Irene), dan Hideki Taro. Sehingga akhirnya bisa merilis SPLIT ALBUM bersama dengan POP UP (mantan band gue yg di album ini rekamannya masih gue juga yang bermain drums).

Setelah mengganti dari proyek solo menjadi band, gue lalu kepikiran untuk merubah thedyingsirens menjadi “a collective musical project”, dimana semua personil bisa berinteraksi di rekaman maupun waktu live kapan saja sebisa mereka. Jadi gak ada yang namanya mereka cabut dari thedyingsirens. Mungkin lebih tepatnya “Absen” yah hehehe.

Jadi bisa dibilang thedyingsirens itu adalah sebuah keluarga besar, banyak banget personilnya! hehehe

Dan belum lama ini ada anggota keluarga baru yang masuk  thedyingsirens, mereka adalah Gabriel Mayo (Mayo) dan Stephanie Eka (Sessi). Mayo dikenal juga sebagai drummer band VOX asal Surabaya, dan Sessi adalah backing vocals Harlan, proyek solonya Bin.

Jadi update formasi terakhir thedyingsirens (yang paling available) adalah:

Pugar Restu Julian (Uga): vocals, guitars, Dhendy Mawardi (Dhendy): guitars, vocals, Branandi W Madya K (Mbenk): guitars, vocals, Pronky Karamoy (Pronky): bass, Gabriel Mayo (Mayo): drums, vocals, Stephanie Eka (Sessi): vocals, tamborine.

Dan dengan formasi terakhir ini thedyingsirens sedang menyelesaikan album terbaru yang berisikan lagu-lagu baru, cover version, remix, acoustic, dan live version mereka.

Yuk mari ditunggu! 🙂

*Pugar Restu Julian

thedyingsirens at We Are Sale 14

thedyingsirens at We Are Sale 14

#99

 Happiness Is A Hoax

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

 

 
 
previous next
X