BerisikRadio: Kolaborasi Musisi Indie dari Indonesia dengan Distrik Seni Terkemuka di Korea

Select album to play

previous next
 

thedyingsirens adalah proyek musik kolaboratif asal Jakarta yang dibentuk pada tahun 2002 lalu.Hingga kini thedyingsirens sudah merilis tiga mini album dan tigaalbum (termasuk) split albumnya bersama band bernama Pop Up yang dirilis Desember 2012.

Seperti kita ketahui, keunikan kolektif ini terletak pada pelibatan musisi-musisi berbeda dalam setiap penampilan mereka di atas panggung maupun selama proses rekaman. Nama-nama seperti Ramondo Gascaro, Anda Perdana, hingga Yudhi Arfani pun sempat menyumbang warna untuk musik thedyingsirens. Jadi memang tepat rasanya jika tahun ini, thedyingsirens kembali membawa angin segar di kancah musik indie Indonesia dengan album terbaru mereka, ‘Our Times Our Feelings’.

thedyingsirens amat senang mengeksplorasi dan menangkap keragaman dan mengungkapkannya melalui musik mereka. Karena itu, kontribusi berbagai individu dengan latar belakang selera musik yang berbeda yang diboyong Uga (frontman thedyingsirens) di album ini — mulai dari Gabriel Mayo (Vox), Dhendy Mawardi (Little Space Donkey), Branandi W Madya K (Friday), Pronky Karamoy (eks Alien Sick) sampai Olivia Imelda dan Stephanie Eka (Back Vocal Bin Harlan) membuat thedyingsirens terdengar makin catchy. Meminjam peribahasa asing, mungkin kita bisa bilang, “the old dog has learn some new tricks”.

Trik lain yang juga dibawa oleh kolektif ini ada hubungannya dengan demam K-Pop yang merajak di dunia akhir-akhir ini. Tidak, mereka tidak akan melakukan koreografi sinkron dengan memakai kostum ketat dan mewah. Mereka juga tidak punya agenda berbagi panggung dengan Girls’ Generation atau Big Bang. Tapi ya, mereka mungkin akan jadi band indie rock Indonesia pertama yang tampil di Korea Selatan, di distrik seni terkemuka di Seoul, untuk melakukan kolaborasi dengan sesama seniman dan musisi setempat.

Adalah LetsPlayPlanet – social innovation enterprise di Korea, yang menghubungkan thedyingsirens untuk mengerjakan sebuah proyek kolaborasi musik dan seni bersama komunitas lokal – Mullae Art Village di Seoul. LetsPlayPlanet (letsplayplanet.com) adalah sebuah platform online yang bertujuan untuk menciptakan dampak sosial offline. LetsPlayPlanet menyediakan pengalaman perjalanan lokal otentik untuk mengembangkan pemahaman antarbudaya, ikut serta dalam mendukung ekonomi lokal, meningkatkan kesadaran dan membuat teman baru dari seluruh dunia.

banner tds korea

Mullae Art Village sendiri adalah rumah di mana terdapat berbagai 200 seniman tinggal dan 100 studio seni yang aktif. Mullae Art Village adalah  “Desanya para seniman”.

Jadi pada tanggal 8-10 November 2013, thedyingsirens akan menyebar cinta mereka ke tanah Ginseng dan menjadi salah satu performer dalam VIA FESTIVAL : “Various Integrative Artistic Festival” http://www.viaf.or.kr/. Dengan set akustik, mereka akan memperkenalkan album terbaru mereka, ‘Our Times Our Feelings’, yang sebagian besar masih mengusung tema cinta, dengan lagu-lagu seperti ‘Our Times Our Feelings’, beberapa lagu lama mereka dengan interpretasi baru, dengan tambahan amunisi baru seperti ‘Happiness Is A Hoax’ dan ‘#99’.

Jika tak dapat menyaksikan langsung thedyingsirens menaklukan Korea, beli dan nikmati album Our Times Our Feelings yang sudah dirilis hari ini di http://bit.ly/tdsOTOF. Our Times Our Feelings berisi lagu baru, lagu lama, remixes, cover version dan demo, juga tembang lama yang belum pernah dirilis oleh thedyingsirens, yaitu ‘Karma’, hasil kolaborasi dengan Sato Kazama, dan “Teman Baikku Mati Bunuh Diri”, lagu ciptaan Uga yang biasa dimainkan bersama project puisi perkusifnya, Otak and Chair.

‘Teman Baikku Mati Bunuh Diri’ sendiri direkam live dengan format tiga gitaris: Uga, Ichol (Seqouia), BMPK (The Miskins), bass: Mahadevi Khrisnaphari (Belladonna), keyboards: Tania Ranidhianti (Clover), drums: Christo Putra (Dear Nancy), djembe: Kemal P Ariadi (Otak and Chair), Ichsan Tirtana (Otak and Chair/dzeek), dan Hersubkhan Erdien (Otak and Chair/dzeek) dengan permainan yang tak lazim, menggabungkan elemen gitar yang beruntun. Dan tidak hanya itu, kita juga akan menemukan sosok gitaris tangguh bernama Adrian Adioetomo dibalik lagu ‘Never Was You’, yang memberi nyawa tambahan pada lagu ini melalui permainan slide gitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

 

 
 
previous next
X