thedyingsirens di Kindergarden

Select album to play

previous next
 

 

Kalau malam minggu ini tanggal 27 September 2014 kalian tidak ada acara, dateng ke acara “Kindergarden” yuk! thedyingsirens akan bermain di acara Kindergarden bersama dengan banyak penampil lainnya, termasuk drummer thedyingsirens “Gabriel Mayo” yang akan mendendangkan lagu-lagu dari proyek solonya.

Oh iya, kami akan bermain akustik. Siapa aja yang akan bermain kali ini? Kita lihat saja nanti! hehehe

Let’s go! 🙂

 

kindergarden

 

 

Musik, di dalam kamus bahasa Indonesia, dapat diartikan sebagai ilmu atau seni menyusun nada dan suara yang diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan. Dalam penafsirannya, kami suka menyebutnya dengan istilah “Music Make Us United”.

Apapun genrenya, kami percaya bahwa musik bisa membuat kita bersatu. Dalam perasaan, keharmonisan, maupun bersatu dalam keseimbangan. Karena alasan inilah Xabi mengadakan acara komunitas yang bernamakan ‘Kindergarden’. Sebuah acara yang mengumpulkan dan meyatukan anak muda penikmat musik di dalam suatu tempat.

Kindergarden berasal dari kata “kindergarten” yang merupakan taman bermain untuk anak2. Lalu kita twist menjadi “Kinder” dan “Garden”. Istilah ini menjelaskan keadaan dimana di suatu taman bermain anak-anak terdapat begitu banyak karakter dari anak2 nya sendiri (dalam hal ini, karakter musik). Sehingga Kindergarden merupakan tempat dimana semua orang berkumpul menikmati karakter musik (genre) yang berbeda dan bisa saling berbagi pengalaman serta sudut pandang mereka dalam dunia musik.

Xabi ingin menyajikan ‘customer experience’ yang berbeda kepada lingkup audiens yang lebih luas. Serta menanamkan suatu kesadaran atau ‘awareness’ kepada masyarakat luas tentang artis-artis muda berbakat di Indonesia.

Untuk menghasilkan custumer experience tersebut, maka kamipun selalu berkolaborasi dengan visual artist. Sehingga pada akhirnya, ada sebuah pengalaman dan edukasi tersendiri bahwa acara musik dan divisi art yang lain bila digabungkan akan membuahkan sebuah hasil yang bisa berbeda.

Kindergarden, level IV kali ini akan menampilkan para musisi seperti ‘THEDYINGSIRENS’, ‘GABRIEL MAYO’, ‘SANDMAN’, ‘CIRCARAMA’, dan ‘ATTILION’. Selama penampilan dari para musisi, akan ditemani oleh visual installation oleh Ivan Reyhan, atau lebih akrab dikenal sebagai ‘VANRE’. Apabila sebelumnya acara ini bertempatkan didalam sebuah ruangan studio musik Xabi. Untuk level IV kali ini, Xabi akan bekerjasama dengan DBAR Café dan membawa acara ini ke atmosfir yang sedikit berbeda tanpa menghilangkan inti makna dari acara ini sendiri.

 

THEDYINGSIRENS

thedyingsirens adalah proyek musik kolaboratif asal Jakarta yang dibentuk pada tahun 2002 lalu. Hingga kini thedyingsirens sudah merilis tiga mini album dan tiga album (termasuk) split albumnya bersama band bernama Pop Up yang dirilis Desember 2012.

Keunikan yang kolektif ini terletak pada pelibatan musisi-musisi berbeda dalam setiap penampilan mereka di atas panggung maupun selama proses rekaman. Nama-nama seperti Ramondo Gascaro, Anda Perdana, hingga Yudhi Arfani pun sempat menyumbang warna untuk musik thedyingsirens. Jadi memang tepat rasanya jika tahun ini, thedyingsirens kembali membawa angin segar di kancah musik indie Indonesia dengan album terbaru mereka, ‘Our Times Our Feelings’.

thedyingsirens amat senang mengeksplorasi dan menangkap keragaman dan mengungkapkannya melalui musik mereka. Karena itu, kontribusi berbagai individu dengan latar belakang selera musik yang berbeda yang diboyong Uga yang merupakan frontman thedyingsirens di album ini — mulai dari Gabriel Mayo (Vox), Dhendy Mawardi (Little Space Donkey), Branandi W Madya K (Friday), Pronky Karamoy (eks Alien Sick) sampai Olivia Imelda dan Stephanie Eka (Back Vocal Bin Harlan) membuat thedyingsirens terdengar makin catchy. Meminjam peribahasa asing, mungkin bisa dibilang “the old dog has learn some new tricks“.

GABRIEL MAYO

Lebih dikenal sebagai drummer / vokalis VOX, band asal Surabaya yang sukses lewat ajang LA Lights Indiefest tahun 2006 lalu. Keputusannya untuk hijrah ke Jakarta pada tahun 2010 semakin menambah pengalaman bermusiknya setelah ia menjadi additional drummer untuk sejumlah band seperti LULL, Gunver, The Moon, dan Kikan.

Karena merasa kreatifitas seharusnya tidak terbatas, pria yang akrab dipanggil Mayo ini menginginkan sesuatu yang berbeda daripada menjadi seorang penjaga beat dalam sebuah band. Ia kemudian mencoba untuk mengeksplorasi kemampuan bermusiknya dengan menjadi seorang songwriter, vokalis, dan gitaris atas karyanya sendiri. Sempat pemanasan dengan ‘Autism Solo’ yang memiliki format drum, bass, dan gitar, Mayo pun kemudian meluncurkan proyek solonya dengan single pertama berjudul ‘You and Me’ yang diharapkan bisa memberikan efek magis di telinga siapapun yang mendengarnya.

SANDMAN

Sandman merupakan grup musik yang baru berdiri di awal tahun 2014 dengan tujuan untuk membentuk sebuah lingkaran baru yang mengedepankan penampilan panggung dan menjadi diri sendiri dengan menjaga keutuhan dari musik mereka. Dimotori oleh Valdo (gitar, vokal), Deas (bass, vokal) dan Sabem (drum), Sandman dipengaruhi oleh suara musik yang cukup universal, mulai dari tahun 1960 sampai 2000-an dan berencana untuk segera merilis album pertama mereka.

CIRCARAMA

Circarama dimotori oleh Jugo Djarot (vokal, gitar), Faiz (gitar), Teuku Rifaldi Moeli (bass), dan Cherokee Dwisekti (drum). Mengusung genre psychedelic rock, band yang dibentuk pada Juli 2013 ini banyak terinspirasi oleh band-band seperti Pink Floyd, The Beatles, dan Tame Impala namun tetap dengan musik yang kaya warna. Meskipun usia para personilnya yang masih cukup muda, Circarama sudah merasa siap untuk turut meramaikan dunia musik indie Indonesia.

ATTILION

Attilion dibentuk di Jakarta pada bulan November 2006. Attilion menawarkan suatu gagasan atau konsep instrumental jamming-band dan terkadang suka memberi kejutan dalam live performance-nya dengan membuat lagu langsung secara spontan tanpa perencanaan. Bowo yang menjadi otak dari band ini menulis semua lagu-lagunya.

Setelah beberapa kali berganti personil, formasi terkini Attilion yang terbentuk adalah Bowo (gitar), Carlo (bass) dan Shandy (drum). Attilion sudah merilis album perdananya pada Januari 2011 yang berjudul ‘It Must Be’ dan tersedia di iTunes & Amazon dan kini sedang dalam proses penggarapan materi untuk album kedua mereka.

 

Untuk informasi lebih lanjut

xabispace@gmail.com

+6287885885349

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

 

 
 
previous next
X