Mengekspresikan musik lewat indie #2

PureSaturday
Mari kita lanjutkan kembali perbincangan tentang berkreasi di dunia indie ini. Bagaimana cara kita merekam lagu-lagu yang sudah kita buat? Bagaimana dengan budgetnya?
Sebenernya itu semua tergantung dari target yang ingin kita tuju. Kebanyakan sih semua itu lebih disesuaikan dengan budgetnya, terlebih lagi kalau rekaman indie, budget itu sangat menjadi kendala dalam rekaman. Tapi terkadang malah itu bisa menjadi acuan supaya kita menjadi lebih kreatif lagi. Belajar buat memaksimalkan sesuatu yang minimal. Dan sekarang sepertinya sudah banyak sekali yang menawarkan home recording dengan kualitas yang bagus. Atau kalau mau, rekam aja sendiri di rumah lo, di komputer lo, di kamar lo. Kalau lo emang hobinya ‘ngutak-ngatik’, maka itu akan menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan dan ‘challenging’. Gue ngerekam semua lagu-lagu gue di komputer gue. Gue sama sekali gak tahu masalah rekam-merekam, tapi gue cuek aja ngerekam dan ‘sok tahu’ ngerekam sendirian di kamar gue. Pake metode Trial and Error. Dan mungkin lebih banyak errornya! Hehehehe tapi proses kreatifitas gue bisa tersalurkan disitu. Lagu-lagu gue itu akhirnya jadi dan lalu bisa dijual dan keluar dari hard disk komputer gue deh! 
Kalau berniat untuk ngerekam lagu-lagu lo di studio beneran, yang harus lo lakuin itu adalah memanajemen waktu dan uang. Karena semakin banyak waktu yang dikeluarkan, makin banyak juga uang yang akan dihabiskan.
Lalu, kalau sudah selesai merekam lagu-lagu lo. Lo bisa menjadikan itu demo, atau kalau mau lo bisa keluarin aja menjadi album. The point is, lagu-lagu itu harus bisa didengar oleh orang banyak supaya orang tau kalau lo eksis(bukan band Malaysia lowch!
..eh emang ada band Malaysia yang namanya eksis? Ngarang deh!). either lo akan membuat rekaman itu menjadi demo atau album, lo bisa ngasih rekaman itu ke media. Cari atau kenalan teman-teman dari media dan lalu minta tolong supaya mereka bisa memutarkan lagu lo. Dan banyak kok radio yang membantu scene indie dengan membuat suatu program dengan tema indie. Atau minta teman-teman di majalah untuk mereview album lo itu, atau menginterview band lo. Intinya itu jangan gengsian. Kalau gak kenal, ya kenalan, harus gak tau malu!(kayak gue! Hahahaha)
Selain media-media tersebut, ada cara lain untuk mempromosikan band lo. Yaitu lewat dunia maya atau internet. Friendster, mailing list, myspace, youtube, multiply atau lalightsindiefest bagian indiespace. Itu adalah beberapa contoh dari media alternative yang bisa dijadikan sebagai promotion tools. Lagu dan video clip (kalau punya) lo bisa diupload disitu, ngasih tau schedule manggung band, berita ttg band, dan lain sebagainya. Dan situs-situs ini bisa berfungsi juga sebagai pengganti situs resmi dari band. Harganya? Sejam cuma kurang lebih 6000 perak alias cuma modal ke warnet aja buat bikin dan maintenance kalau di rumah gak ada internet! Hehehe
*Semua photo diambil dari internet tanpa sepengetahuan yang punya!



