search
top

indie = jelek?



Sweaters

Sweaters

Teman saya Nourie malam-malam telepon ke HP saya sambil berteriak-teriak,
”Ga! Gila! Gue manggung jelek banget kemaren! Sumpaaaah deeeh!”
Saya terdiam sejenak, lalu kemudian berkata,
”Lah, bukannya emang band lo mainnya jelek?”
Kami lalu sama-sama terdiam beberapa detik.
”HAHAHAHAHAHA!!!”, kami berdua pun tertawa terbahak-bahak.
“sialan lo Ga!”
“Loh, sialan kan dah jadi suaminya sisusi?”
“Maksud lo?”
“Iyah..Alan budikusima kan? Dan sama susi susanti kan dia?”
Kriuk…kriuk…
“Ehm…well anyway, kenapa jelek emangnya?”
“Iyah, jadi begini. Kemaren band gue main di acara indie gituh. trus kita gak dibayar, Cuma dikasih tempat buat jualan aja. Trus acara gak jelas gituh rundownnya, baru beberapa hari sebelum acara dikasih tau rundownnya. Yang main banyak gituh gue liat di posternya, banyak banget malahan, lo sebutin deh pasti ada disituh bandnya! Acara dimulai dari siang sampe malem. Tau deh sampe jam berapa.”
“Trus lo kebagian main jam berapa?”
“Di schedule jam 4 kurang. Tapi ternyata acara baru mulai sekitar jam 3 sore. Dan hebatnya lagi, rundown seperti tak berpengaruh. Siapa yang dah siap dan komplit personilnya, dia yang main duluan!”
“Hmm…gitu yah…terus terus…tapi lo sayang sama dia? Loh?!! Salah yah pertanyaannya…trus gimana akhirnya?”
“Ya udah, gue ngalah aja akhirnya main duluan. Ada 3 band yang dah siap sebetulnya, tapi karena gue pikir the sooner the better, jadi biar gue bisa cepet pulang akhirnya gue berkorban main duluan hehehe…”
“Tapi ternyata mood semakin tidak baik ketika mengetahui sound system jelek…sehingga kita pulang dengan perasaan sebel banget…”
“Dan pertanyaan gue Ga, Apakah indie itu harus identik dengan jelek? Asal2xan? Dan mentang2x indie, jadi bisa semaunya kalau misalkan bikin acara jelek, terus pake dalih, namanya juga indie? Maklum dong! Apakah harus gitu?”

Akhirnya, saya pun menutup tlp (tapi kemudian kembali menelepon nourie dan minta ma’af karena langsung nutup tlp, maklum gara2x dibangunin via tlp jadi masih belom ngumpul nyawanya, dan saya berjanji akan menelepon dia besok harinya).
Saya lalu berfikir, indie jelek? Itu balik lagi ke masing2x individu buat menilai, alias masalah selera. Kalau misalnya dibilang band indie jelek, ya gak juga. Band major juga banyak kok yang jelek, coba kasih contoh? Ayo coba kasih contoh…ada yang mau kasih contoh? hehehe
Btw, untuk band indie supaya bagus, menurut saya itu harus didukung sama manajemen yang bagus, yang bisa berperan di belakang layar demi keberhasilan band tersebut. Manajemen memegang peranan penting buat si band. Dan manajemen sebaiknya membuat timeline kerja dan target yang ingin mereka raih. Misalnya, target pertama adalah membuat si band menjadi dikenal orang dalam 1 tahun. 6 bulan mereka mencari job dibayar maupun tidak dibayar. Lalu 6 bulan berikutnya diselingi lagi dengan merekam lagu-lagu mereka.

Setelah materi sudah siap dan band tersebut ingin mengeluarkan materinya sendiri, bikin target lagi, dengan anggapan mereka sudah lumayan dikenal orang, bikin promosi untuk album. Tentuin single pertama. Kalau ada video clipnya lebih bagus lagi. Tentukan target berapa lama single pertama ke single berikutnya. Misalnya 3 bulan. Maka sebelum single pertama harus sudah konsen untuk promo single pertama tersebut. Pergunakan jalur-jalur yang dikuasai. Misalnya lewat jalur internet massanya dah banyak, pakai jalur itu. Sambil ini berjalan, manajemen mulai mikirin buat single berikut biar momennya tetep ada buat si band untuk tetap berkibar di mata dan telinga penikmat musik…hehehe.
Jangan takut buat minta wawancara ke media2x. mereka pasti mau bantuin kok. Kalau gak kenal, kenalan aja. Trus minta interview atau review album. Lagian (lagian kan di bali?) gak ada salahnya menambah kenalan bukan? Hehehe

Dan kalau main gak dibayar, atau dibayar tidak dengan harga biasanya, kalau itu masih dalam masa promosi menurut saya sih gak papa, karena kita juga sedang mempromosikan band untuk menjadi lebih diketahui banyak orang, jadi bisa dibilang itulah harga yang didapat supaya kita dikenal orang.
Bisa juga kalau misalnya ada acara tapi kita gak dapat bayaran, tapi kita bisa meminta sesuatu yang lain sebagai pengganti uang. Dalam kasus bandnya nourie itu, seharusnya si manajer bisa punya bargain yang lebih kuat lagi. Cari tahu dulu itu acara apa, buat siapa, tujuannya apa, acaranya pakai tiket apa gak, dsbnya.

Manajer kan bisa minta spot untuk jualan merchandise band di tempat acara, nama band ditaro dengan ukuran yang ‘manusiawi” di poster, flyers, x-banner, baliho, atau media promosi2x lainnya si pembuat acara. Bisa juga kalau si pembuat acara kerja sama dengan media2x cetak, radio, tv, internet, si manajer minta supaya bandnya di ekspos di media2x tersebut, diwawancara, atau apa gituh. Pokoknya si manajer harus berusaha supaya si band itu merasa diuntungkan, jadi si band bisa melupakan rasa capek karena manggung gak dibayar terus, tapi tetep harus keluar buat duit latihan dan bensin, tapi bisa puas karena ada hasilnya karena bisa muncul di media2x. gituh kira2x….jadi kalau ada dalih,”namanya juga indie”, jangan mau terima itu, karena bakal ngerugiin si band sendiri, that’s just an excuse man! Disitulah saatnya manajer lo harus maju dan membela band elo hehehe..

Anyway, jadi kalau kamu punya band, cari manajer yang punya visi dan misi, jago bernegosiasi, tahan banting, mau menerima kritik membangung, dan yang penting, harus suka dengan musik kamu, dan tahu apa yang kamu mau(susah ya? Susah gak sih? Gak kan? Hehehe…gak yakin sendiri! Gimana sih?!!!).

Dan kalau acara-acara indie jelek? Sama aja sebenernya, gak semuanya acara indie jelek, dan gak semuanya acara major bagus. jadi kesimpulannya kalau si nourie dan bandnya itu main di acara indie kemaren katanya jelek, yah bisa dibilang…….bukan hokinya dia! Kekekekek piss nor!!! Grin

*Semua photo diambil dari internet tanpa sepengetahuan yang punya! :)

Bookmark and Share

Leave a Reply

top