search
top

A&R Oh A&R



Gita Gutawa Harmoni Cinta

Gita Gutawa Harmoni Cinta

Beberapa kemarin tanggal 8 Mei 2009, gue dateng ke acara launching album terbaru dari Gita Gutawa yang berjudul Harmoni Cinta, Launching album tersebut diadakan di Club O1 FX Senayan. Gita ternyata sudah tumbuh menjadi seorang remaja yang sangat menarik…hehehe…pedopil dah gue! J

Selintas dari penelitian gue (meneliti kok selintas?), albumnya sendiri bisa dibilang menjadi pengisi pangsa pasar anak s/d remaja. Coba sapa lagi yang mengisi pangsa pasar itu? Sepertinya sih gak ada…

Di launching album Gita Gutawa tersebut, kebetulan gue bertemu dengan seorang teman lama yang masih kerabat dari Gita. Tadinya ia adalah seorang A&R di sebuah perusahaan rekaman besar di Indonesia (di dunia termasuk top 4). Dulu band gue (sekarang gue dah gak di band itu lagi) bernaung di bawah perusahaan rekaman itu. Ia sekarang juga sudah tidak menjabat menjadi A&R. Jadi sepertinya setelah gue cabut dari band gue itu, dia trus cabut dari perusahaan rekaman itu juga.

Setelah ngobrol ngalor ngidul, muncul pertanyaan darinya;

”Lo kok gak jadi A&R Ga?”.

Entah mungkin ia melihat gue mempunyai potensi untuk menjadi A&R atau bagaimana gue kurang ngerti. Tapi kemudian ia menjawab sendiri pertanyaan itu,

”Sekarang tapi musik udah beda yah..gak kayak dulu lagi…sekarang semuanya MELAYU….hehehehe..”.

Gue pun mengaminin jawabannya itu.

Coba bayangin kalo gue jadi A&R. Tau artinya juga kagak! Hahahaha….gak deh gue bercanda..sebagai seseorang yang pernah merasakan manis pahitnya dunia rekaman, sudah sepantasnya gue tahu apa arti A&R itu.

A&R A&R mulu dari tadi omongannya…emang apaan sih A&R itu? Coba gue mau ngetes lo semua, tau gak A&R itu apa?

Apakah A&R itu adalah singkatan dari:

1. Amir & Ratna?
2. Arisan & Ruwatan?
3. Anggota & Ragunan?
4. Artists & Repertoire
?

Logikanya sih, jawaban d. Artists & Repertoire adalah jawaban yang paling masuk akal yah…soalnya yang lain sepertinya absurd, kayak gue..hehehe

Untuk lebih jelasnya coba gue terjemahkan dalam bahasa inggris, mengingat bahasa indonesia gue kurang oke(ngeles.com padahal males translate hehehe, eh tapi kan ini supaya kita semua terlatih menggunakan bahasa inggris juga! – tetep ngeles.com! hehehe) – ini diambil dari Wikipedia tentang A&R:

A&R atau Artists and Repertoire is the division of a record label that is responsible for talent scouting and the artistic development of recording artists. It also acts as a liaison between artists and the record label.

Responsibilities

Finding talent

The A&R division is responsible for discovering new recording artists and bringing them to the record company. They are expected to understand the current tastes of the market and to be able to find artists that will be commercially successful. For this reason, A&R people are often young and may have formerly been either musicians, music journalists or record producers.[1]

An A&R executive is often authorized to offer a record contract, often in the form of a “deal memo”: a short informal document that establishes a business relationship between the recording artist and the record company.[1] The actual contract negotiations will typically be carried out by rival entertainment lawyers hired by the musician’s manager and the record company.[2]

A&R executives rely mostly on the word of mouth of trusted associates, critics and business contacts.[3] They also tend to favor bands that play in the same city that the record company is located.[3] Contrary to popular belief, their decisions are rarely based on unsolicited demo tapes sent by musicians. (However, major labels outside the United States and various independent labels may accept demos.)

Overseeing the recording process

The A&R division oversees the recording process. This includes helping the artist to find the right record producer, scheduling time in a recording studio and advising the artist on all aspects of making a high quality recording. They work with the artist to choose the best songs (i.e.repertoire) to record. For artists who do not write their own music, they will assist in finding songs and songwriters. A&R executives maintain contact with their counterparts at music publishing companies to get new songs and material from songwriters and producers.

As the record nears completion, the A&R department works closely with the artist to determine if the record is acceptable to the record company. This may include suggesting that new songs need to be written or that some tracks need to be re-recorded. A key issue is whether the album has a single: a particular track which can be used to market the record on the radio. The industry cliche, “I don’t hear a single!” is a reference to this process.

Assisting with marketing and promotion

Once the record is released, the A&R department (with assistance from marketing, promotion and the artist) chooses a single to help promote the record.

Ternyata tugas A&R sedemikian mulia dan berat yah adek-adek(emang gue adek lo?!!). Nah kalo dilihat dari definisi based on Wikipedia diatas itu, maka seharusnya semua artis yang hadir meramaikan musik Indonesia sekarang ini, semua datangnya dari A&R. A&R yang menemukan mereka (entah dimana). Jadi kalau mau tahu dari mana sih datengnya artis-artis baru yang sekarang lagi ngetrend dengan lagu-lagu seragam itu? Nah…seharusnya itu dari A&R. kenapa gue bilang seharusnya? Karena selain A&R, campur tangan masuknya artis-artis itu berada juga di tangan MD(Managing Director) dari perusahaan rekaman tersebut. Bahkan bukannya mustahil A&R dan MD sering berbeda pendapat tentang artis yang akan dirilis. Satu dari segi kualitas, satu dari segi jualan.

The A&R division is responsible for discovering new recording artists and bringing them to the record company. They are expected to understand the current tastes of the market and to be able to find artists that will be commercially successful. <– A&R harus ngerti dengan selera musik dan pasar sekarang, sehingga artis yang mau dirilis itu disesuaikan dengan selera musik dan pasar sekarang, which is kalo gue pribadi, lagu-lagu sekarang yang sedang ngetrend itu gak bakal gue keluarin (yang artinya kalo gue jadi A&Rnya, mungkin gue yang bakal dikeluarin hahaha!).

Tapi emang diharapkan artis yang dikeluarkan itu akan sukses secara komersil, dan bukan secara idealis. Jadi emang gak salah juga kalau memang music-musik yang keluar itu “seragam”, toh memang yang lagi bisa meraih kesuksesan adalah music-musik yang “seragam”? Kalo gak gitu, gimana nanti perusahaan rekaman akan survive kalau produk yang dikeluarkan tidak menjual?

Anyway, mungkin pernyataan band Efek Rumah Kaca itu ada benarnya, ”Pasar Bisa Diciptakan”. so, kenapa menjadi follower kalo bisa menjadi pioneer? Takut gak bisa gitu? Pasti bisa! Buktinya dulu Gerry Gersh, A&R Geffen berani mengambil

Nirvana

Nirvana

Nirvana lalu merilisnya pada waktu jaman music alternative rock kurang popular atau komersil. Dan yang membingungkan, dari sekian banyak A&R dari berbagai macam label yang gue yakin memiliki taste musik yang berbeda-beda, kenapa kok justru outputnya kebanyakan sama yah? Apakah mereka saling mengenal satu dengan lainnya sedemikian akrab nongkrong bareng tiap hari, sehingga akhirnya menemukan kesamaan visi dan misi dalam taste musik mereka?

Karena gue ngerasa gak bisa jadi seorang A&R, gimana kalo ada dari kalian yang ngerasa mampu untuk melaksanakan tugas dari seorang A&R seperti diatas itu, segera membuat CV dan lalu mengirimkan ke label-label rekaman terdekat? Sapa tau kalian bisa membuat jenis music yang berbeda dari yang sekarang sekaligus bisa diterima oleh masyarakat banyak…Hehehe…Mari Majukan Musik Indonesia!

*Semua photo diambil dari internet tanpa sepengetahuan yang punya! :)

Bookmark and Share

One Response to “A&R Oh A&R”

  1. Ahmedi Ershad says:

    LIKE THIS..
    seperti itu Krisna Sadrach om,, mau2nya ngurusin es teh 2 gelas,
    kalo ditanya pinter bgt ngeles..
    hhi

Leave a Reply

top