search
top

Geser Dong Geser…!



“Mas, geser dong mas, ke dalem masih bisa tuh…”

“Bisa dari Hong Kong mas! ini udah kayak pelecehan seksual gini dempet abis!! huh!”

Begitulah kira2x komentar kalau naik bis 213 jurusan Kampung Melayu – Grogol. Sering banget gue dulu mengalamai hal itu…bis dengan no 213 itu terkenal jarang banget hadir di kehidupan gue(jieeh), pun sekalinya hadir, sudah penuh sesak tak menyisakan tempat untuk berdiri terlebih lagi duduk. Tapi, meskipun keadaannya seperti itu, bis 213 itu tetap dinantikan orang.

Lalu bagaimana dengan musik?

Kalau di musik itu, kalau sudah jarang, berarti sudah jarang diminati (atmanegara) sama orang!

Coba lihat piringan hitam, sekarang sudah menjadi pangsa pasarnya yg memang seneng banget sama piringan hitam yg jumlahnya sedikit tentunya. kaset pun sudah dikalahkan oleh CD. dan CD pun dikalahkan oleh digital. seperti lagunya the Buggles “Video Killed The Radio Star”, sekarang yang mungkin terjadi di industri adalah “Digital killed the physical sales”. saking “membunuh”nya, sudah banyak retail2x guling tikar alias tutup.

MP3 sendiri sekarang udah mengalami evolusi. sekarang ada namanya musicDNA. apa itu musicDNA? jadi menurut berita yg gue baca di rollingstone.com, musicDNA itu adalah format musik baru yang isinya ada musik, lirik, video, artwork, dan lain2xnya terangkum di dalam satu file sebesar kira2x 32 gigabyte! waw! Keren abis! Kabarnya MusicDNA itu dibuat untuk nyaingin Apple’siTunes LP, yang kurang lebih sama isinya seperti musicDNA.

Di indonesia sendiri, jualan digital itu dah makin “bangun” sepertinya. Maksudnya, online store makin berkembang dan makin banyak outputnya. Dulu gue pernah masukin ke equinox dmd supaya lagu2x thedyingsirens bisa dijual di itunes dan bisa dinikmati oleh para penggemar thedyingsirens di luar sana(jiyeeh..preeet! kayak ada aja!). walaupun sampai sekarang lagunya ternyata belom muncul2x, tapi banyak band temen gue(sok ngaku aja gue temenan) yg dah dijual disitu, salah satu contohnya adalah SORE.

Selain itu, ada banyak lagi, kalo gak salah itu kongkoow.com, langitmusik.com, fulltrack.com, dan lain-lain. Untuk jualan via hp juga ada nokia express music, Esia hape musik, dan kabarnya beberapa telco akan mengikuti dalam berjualan musik via hp.

Lalu, apa arti semua itu? Itu artinya para musisi masih punya peluang untuk “bertahan hidup” dengan jualan karya2xnya. Seperti ada yg pernah bilang ke gue,”manusia itu diberi kemampuan untuk beradaptasi dengan sekitarnya”, maka sudah selayaknya para musisi(yg juga manusia) bisa beradaptasi dengan segala macam masalah seperti pembajakan dan yg lain2x itu. Jangan terus karena jualan fisik dah gak laku, terus nyerah…”aduh, gue tuh sukanya kaset sama CD, jadi gue mau bikin album ngeluarin itu aja..gak suka gue digital, segala macam sound diconvert jadi kecil sizenya, dipotong frekwensi2x jd lagunya jd gak utuh lagi!”. Mungkin jualan fisik masih ada tapi porsinya dikecilin, karena kalo gak ada yg beli, nanti bisa bangkrut dong aw…apalagi kalo lo itu musisi yg gak punya label dan hanya mengandalkan budget produksi dari kocek lo sendiri(ini gue ngomong ke diri gue sendiri hehehe).

Nah sekarang, tinggal gimana caranya mencari celah untuk masuk kesitu aja.

Gimana guys? Siap bergeser masuk lebih dalam ke dunia digital? Kiss

Bookmark and Share

One Response to “Geser Dong Geser…!”

  1. These are great articles, I really appriciate your work.

Leave a Reply

top